DIRIMU Satu
Hatiku
mulai terasa tak enak setelah tahu bahwa password FB Regga telah berganti tanpa
sepengetahuan aku , aku mulai curiga dengan semua sikap nya, telephone tidak
pernah diangkat , dan untuk sms ku pun ia sudah jarang. Namun aku tetap berpositiv
thinking karena mungkin semua permasalahan di rumahnya belum selesai karena
akhir-akhir ini banyak sekali masalah di rumahnya. Sudah kesekian kalinya aku
mengajaknya untuk bertemu , namun tak ada respon sedikitpun darinya. Sebenarnya
sudah banyak bukti kalau regga mungkin sudah bosan dengan ku, namun rasa cinta
ini membodohiku. Aku selalu percaya pada nya, sampai tiba saatnya di awal
febuari tepat pada tanggal dimana aku dan dirinya genap 18 bulan menjalin
hubungan, aku mendapat kabar dari teman baiknya dan dari saudaranya bahwa Regga
sempat bilang pada mereka bahwa ia ingin memutuskan cintaku dan ingin kembali
pada mantan kekasihnya, ini sebuah pukulan yang berat bagiku , ternyata semua
kebaikan dan kesetiaan ku padanya hanya dibalas dengan pendustaan.
Tepat pukul
1 pagi , Regga memutuskan ku via sms dengan alasan yang menurutku tidak jelas,
ia malah menyuruhku untuk meminta maaf pada mantannya karena telah menuduh
sembarangan pada mantannya. Aku tidak ambil pusing, segera aku merencanakan
sesuatu dan terlintas di pikiranku untuk tidak marah sedikitpun dengan
keputusannya akupun menerima semua nya dengan berlaga ikhlas , padahal dalam
hatiku sakit . Setidaknya rencana awalku adalah membuat seolah terkesan tak ada
kesedihan dalam diriku hanya karena di putuskannya. Dua hari setelah itu akupun
merencanakan sebuah rencana yang kedua , yaitu meng”HACK” facebook miliknya ,
dan dengan cepat rencana itu berhasil.
Setelah itu aku tak lagi memikirkannya , fokus ku
hanya dengan kesibukanku sebagai manager futsall tim kebanggaan sekolah swasta
terbaik di kota hujan. Akhir-akhir ini aku dan salah satu orang di tim futsall
menjadi lebih sering dekat , bahkan segala kegundahan ku bsa hilang sekejap
dengan kebersamaan ku bersamanya , yaitu Eza.
“Za , makasih banget ya akhir-akhir ini kamu ada buat aku.”
“Rinda, apapun bakal aku lakuin buat kamu tersenyum.” Eza semakin dalam
menatap mataku.
“hhm, kamu emang sahabat terbaik aku za. Aku gak tau kalo gak ada kamu,
bisa-bisa aku gila sendiri mikirin masalah aku. Hhe”
“Sedih kamu , juga kesedihan aku. Bahagia kamu, juga kegahagiaan aku.”
Kata-kata Eza mengingatkan ku pada Regga, Regga sering berkata seperti
itu padaku.
Tiga minggu berlalu setelah Regga memutuskan ku , namun selalu terlintas
di pikiran ku tentangnya. Aku masih berusaha mencari kabarnya, dari teman
hingga kekeluarganya . namun hasilnya nihil .
Hari ini aku berencana
ke toko buku untuk membeli suatu alat Tulis. Tak sengaja disana aku ternyata
bertemu dengan kakanya Regga.
“Ka, tolong kasih tau aku, Regga gimana keadaannya?”
“Regga baik-baik aja kok de, kenapa emang?”
“Tapi kenapa Regga gak pernah hubungin aku lagi ya ?”
“Regga lagi sibuk de, dia ngebantuin papahnya di kantor. Ya hitung-hitung
pengalaman kerjalah.” Tutur kakaknya Regga seperti kebingungan.
“Tapi kenapa dia juga gak pernah sekolah?.”
“Hmm, Oh ya kakak bentar lagi mau kuliah, maaf ya kakak buru-buru. Kita
bicara via telephone aja, ok ? bye..”
“Tapi kak?.”
Kakaknya Regga langsung pergi begitu aja meninggalkanku. Aku semakin
penasaran dengan semua ini. Eza mengajakku ke suatu tempat dan ternyata ia
mengajakku ke tempat latihan futsall.
“Za, emang hari ini ada jadwal latihan ya?”
“Enggak ada kok.”
“Terus kamu ngapain ngajak aku kesini?.”
“Iseng..”
Aku melihat ke segala arah lapangan futsall, dan memoriku teringat pada
Regga.
“Dulu , kalo aku badmood regga ngajak aku kesini. Dan kamu tau apa yang
kita lakuin?”
“Meditasi antara perasaan , hati, dan cinta.” Eza pun meneruskan
kalimatku.
Aku kaget mendengar apa yang Eza katakan, akhir-akhir ini dia tau apa
yang sering aku lakuin bersama Regga.
“Kamu tau dari mana za ? Jangan bilang kalo kamu juga tau caranya?”
Eza langsung duduk bersila di pinggir lapangan dan kemudian memejamkan
matanya.
“Pejamkan mata, lalu hirup udara perlahan dan ingat semua kejadian indah
yang pernah kita lakuin selama hidup..”
Aku pun reflex meneruskan kalimat Eza. “Dan satukan perasaan , hati , dan
cinta yang kita pernah rasakan.”
“Dalam hitungan ke 5 , semua penat hilang. 1..2..3..4..”
“Stop!!!” ujar ku dengan keras dan menarik tangan Eza untuk berdiri.
“Za, kamu apa-apaan sih ?!!”
“Aku Cuma ngelakuin meditasi.”
“Za, kamu tuh tau dari mana semua ini ?”
Eza hanya menundukan kepala, Dan dia terdiam sejenak.
“Nda ijinin aku buat ngelakuin apa-apa yang pernah Regga lakuin ke kamu.”
“Maksud kamu apa? Gak akan ada yang bisa gantiin Regga meskipun dia udah
nyakitin aku.”
“Tapi kamu harus punya pengganti nya nda!”
“Za, please .. sikap kamu jangan sama kaya regga! Aku gak mau kamu
panggil aku Nda sama kaya regga panggil aku , aku gak mau tatapan kamu ke aku
sama kaya tatapan Regga ke aku. Aku gak mau kata-kata kamu sama kaya kata-kata
Regga, Aku gak mau kamu ngelakuin hal yang sama dengan Regga!!!!”.
Nada suara ku mengeras dan aku
menahan tangis.
“Tapi aku Cuma gak mau kamu lupain semua tentang regga. Aku udah janji
sama dia untuk gantiin dia disisi kamu!”.
“Maksud kamu ?”.
Eza langsung memelukku, aku bingung dengan semua ini dan kemudian eza
berkata.
“Nda, regga bilang kamu jangan pernah tangisi semua ini. Apapun
kenyataannya kamu harus terima dan Eza nyuruh aku buat jagain kamu, karena
Regga sekarang lagi koma”.
Aku kaget dan langsung melepas pelukan Eza.
“Jelasin sama aku tentang semua ini za?”. Air mataku pun langsung
berlinang memikirkan apa yang sebenarnya terjadi.
“Jadi Regga tuh udah koma hampir sebulan lalu, tepatnya 2 hari setelah
dia memutuskannya hubungannya dengan kamu. Dia mengidap kanker otak nda.”
Aku hanya terdiam tidak mempercayainya, tangan ku pun mulai bergetar .
“Terakhir dia sadar, dia bilang ke aku kalo aku suruh jagain kamu selama
dia gak ada. Jadi aku fikir dengan mengikuti cara Regga natap kamu, bicara sama
kamu itu buat supaya kamu gak lupain regga.”
“Kasih tau aku sekarang Regga dirumah sakit mana?”. Nada suaraku sedikit
emosi.
“Ini surat yang Regga kasih ke aku untuk kamu”.
Aku pun menerimanya dan perlahan
membuka surat itu, air mataku pun langsung berlinang membaca surat itu.
Dear : RiNda
Maafin aku gak pernah kasih tau soal ini sama
kamu, aku gak mau kamu khawatirin aku. Aku sengaja buat skenario cerita
hubungan cinta kita seperti ini. Semoga kamu ngerti ini semua semata karna aku
gak mau kamu sedih liat keadaan aku. Aku yakin Eza bisa bikin kamu kembali
tersenyum. Karena sedih kamu juga kesedihan aku, dan kebahagiaan kamu juga
kebahagiaan aku, :D semangaaattt hhe.
Akupun langsung di antar oleh Eza
kerumah sakit, tangisku pun pecah ketika melihat keadaan Regga, dan disana
sudah ada keluarga Regga yang terlihat sedih meratapi Regga, terutama ibu nya.
Belum sempat aku mendekatinya, berjarak 3 kaki dari tempat tidurnya, Regga
lansung menengok kearah ku dengan tatapan yang mendalam dan tersenyum kepada
ku.
“Regga..”
Dan regga
pun langsung menutup matanya dan di saat itu Regga meninggal …
Aku hanya
bisa menangis dan meratapi semua kesalahan ku dan penyesalanku selama penantian
mencari Regga.
Ternyata
Regga gak seperti yang aku bayangin selama ini , andai aja kamu masih ada, aku
akan balas surat kamu dengan satu kalimat : “DIRIMU SATU…”